Kerja Tanpa Ijazah, Panjat Karier Meski Lulusan SMA

Kegagalan demi kegagalan mendapat pekerjaan di masa pandemi ini membuat rasa pesimis mnghampiri. Lupakan rasa pesimis yang hadir. Terus berusaha dan percaya waktumu akan datang. Baru kali ini saya me-reblog tulisan seseorang. Bacalah tulisan Helda ini jika kalian sedang dihantui si pesimis tadi.

Saya selalu terkesima dengan “menulis”. Benda yang berwujud kata-kata tanpa suara bahkan bisa mengubah pemikiran kita sewaktu-waktu. Saya cinta menulis!

CUAPHELDA

Mimpiku untuk kuliah di masa remaja boleh saja sirna. Namun, bukan berarti gak ada jalan lain untuk meraih cita-cita.

Dulu aku tuh pengin banget jadi guru atau sastrawati. Selalu dua cita-cita itu yang aku kumandangkan dengan bangganya, saat ditanya mengenai cita-cita. Bahkan, hingga SMA pun aku tetap konsisten dengan cita-cita itu. Hihihi.

Sayang seribu sayang, harapan itu pupus karena musibah yang melanda keluargaku. Mamaku meninggal, padahal Beliau adalah tulang punggung keluarga.

😦

Dari situ, aku selalu belajar untuk realistis. Bahkan, gak jarang berujung pada pesimis. Aku gak pernah mau bikin cita-cita yang terlalu tinggi. Malah buatku, aku bisa makan dengan uangku sendiri saja sudah cukup.

View original post 1,292 more words